Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Selasa, 15 Oktober 2019

Logo SMA Negeri 1 Tuban

LOGO SMA NEGERI 1 TUBAN

Arti Logo SMA Negeri 1 Tuban :

1. Kelopak Bunga : Lambang tingkatan ( terdapat tiga tingkatan )
2. Warna kuning : Lambang perjuangan dan pendidikan
3. Warna Biru Muda : Melambangkan kasih sayang
4. Blencong : Lampu wayang untuk penerangan yang menerangi jiwa anak.
5. Rantai Panjang : Lambang persatuan dan kerukunan
6. Warna Biru Tua : Air yang memancar ( arti Tuban dlm bahasa jawa : meTU BANyu )
7. Buku Putih : Lambang ilmu pengetahuan.
8. Rantai Pendek : Lambang Olah raga
9. Warna Merah : Lambang berani & semangat
10. Bentuk Perisai : Tameng / Pelindung

Sekian arti  Logo SMAN 1 Tuban, semoga bermanfaat dan membuat kita sebagai siswa dan siswi SMA Negeri 1 Tuban semakin mencintai sekolah kita ini...

Kamis, 17 Mei 2018

Tips dan Trik lolos TKD Polstat STIS + materi TKD lengkap




Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hei-hei kembali lagi di blog coretanku...

Sebelumnya admin ucapkan selamat buat kalian yang udah lolos tes tahap satu UMBK Polstat STIS. Buat kalian yang lagi persiapan untuk menjalani tes tahap dua yaitu tes TKD, admin ada sedikit tips dan trik nih agar bisa dapat melewati tes ini, insyaallah.

Hanya tambahan saja, tahun 2017 Tes Kemampuan Dasar untuk wilayah Jawa Timur diselenggarakan di Kantor BKN(Badan Kepegawaian Negara) Surabaya. Pada tes tahap dua ini biasanya dibagi dalam beberapa hari dan sehari dibagi menjadi 3 sesi karena jumlah computer yang terbatas. Selain itu tes ini dilaksanakan dengan Computer Assisted Tes (CAT) atau tes menggunakan computer dan terdapat nilai minimal dalam tiap-tiap materi.

Materi Tes TKD ada 3 yaitu: Tes Intelejensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). TKD dilaksanakan dalam 90 menit dan jumlah soal yang diujikan sebanyak 100 soal. Masing-masing terdiri dari TIU 30 soal, TWK 35 soal, dan TKP 35 soal.


Tes pertama yang admin bahas yaitu Tes Intelejensi Umum. Pada tes ini soal yang diujikan mirip soal TPA (Tes Potensial Akademik) di SBMPTN. Materinya terdiri dari kemampuan verbal, kemampuan  numerik, dan tes berpikir logis. Dalam TIU ini untuk lolos kalian harus mendapat nilai minimal 80, atau 16 soal benar, tiap-tiap soal yang benar akan diberi nilai 5 dan soal yang salah atau tidak diisi diberi nilai nol. Untuk tes tahap ini admin sarankan kalian belajar saja dari buku-buku SBMPTN karena tipe soalnya sama dengan soal TPA. Baca saja meterinya secara berulang-ulang nanti kalian akan memahami pola-pola soalnya.

Kemudian untuk Tes Wawasan Kebangsaan, materinya terdiri dari pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI, Bahasa Indonesia dan Sejarah Bangsa Indonesia. Untuk dapat lolos TWK ini kalian harus mendapat nilai minimal 75, atau 15 soal benar. Menurut admin ini adalah tes paling berat karena materinya yang begitu luas, jadi kalian harus banyak-banyak belajar materi tentang TWK ini. Selain itu, dari pengalaman admin kalian harus banyak berdoa, karena percaya tidak percaya dalam tes ini juga memerlukan “keberuntungan”. Kenapa admin sebut keberuntungan? Karena dalam TWK ini tiap  peserta akan mendapat soal yang berbeda dan tidak jarang seseorang akan mendapat soal yang sangat mudah, sedangkan yang lain mendapat soal yang sangat susah. Contohnya waktu admin tes, admin dapet soal tentang UUDS 1950 dan pemberontakan yang terjadi di masa orde lama sedangkan admin ngga belajar materi ini sama sekali, beruntungnya admin ditolong soal-soal tentang UUD 1945 dan tentang pancasila. Admin juga menyadari kalian akan susah untuk memahami atau “hafal” materi tersebut secara keseluruhan, jadi tidak ada salahnya untuk menyerahkan nasib kita kembali pada-Nya.

Lanjut ke materi tes paling gampang menurut admin, yaitu TKP. Dalam tes ini  nilai minimal yang harus kalian capai adalah 143 dan yang unik yaitu tidak ada jawaban yang salah dalam tes ini. Maksudnya setiap jawaban akan mendapat nilai dan pembagian nilainya adalah sebagai berikut: jawaban yang dianggap paling benar mendapat nilai 5, kemudian hampir benar 4, dan seterusnya sampai 1. Kalian tidak perlu menyiapkan materi apa-apa dalam tes ini, yang kalian harus lakukan hanya jawablah setiap pertanyaan dengan jawaban yang paling baik menurut kalian.

Contoh soalnya seperti ini :

1.       Menurut rekan-rekan saya, saya ini orang yang …
a.       Tidak memiliki ketekunan dalam mengerjakan pekerjaan rutin
b.      Memiliki ketekunan rendah
c.       Terkadang tekun
d.      Terkadang mudah jengkel dan kurang tekun mengerjakan sesuatu
e.      Cukup tekun

2.       Setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu, saya ….
a.       Langsung melakukan aktifitas lain
b.      Istirahat sejenak
c.       Mengakses situs jejaring sosial semacam facebook untuk mengetahui kabar terbaru dari kerabat dan kawan saya
d.      Membaca Koran
e.      Meneliti pekerjaan tersebut apakah masih ada kekeliruan, lalu melakukan aktifitas lain.

Bagaimana mudahkan tes TKP ini? :D

Kemudian untuk hal-hal yang perlu kalian siapkan sebelum tes yaitu:
  • Jangan lupa sarapan pagi, agar bisa maksimal dalam mengerjakan soal,
  • Jam tangan,
  • Kartu tanda peserta, dan
  • Kartu identitas asli yang berfoto (KTP, SIM, Kartu Pelajar)
  • Banyak berdoa.


Hal penting yang perlu diingat dalam menjalani tes TKD ini adalah KERJAKAN SEMUA SOAL, karena tidak ada pengurangan nilai. Dan setelah kalian selesai mengerjakan soal, maka nilai dan pernyataan apakah kalian lolos TKD atau tidak akan langsung muncul di layar computer kalian.

Sekian Tips dan Trik untuk lolos TKD yang dapat admin berikan, mohon maaf apabila terdapat salah kata dan terdapat penjelasan yang kurang jelas. Semoga kalian semua diberi kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan soal, serta diberikan hasil terbaik dari TKD ini. Dibawah admin berikan oleh-oleh untuk kalian yaitu materi tes TKD dan software simulasi CAT. Semoga bermanfaat :D

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Link 1


Kamis, 12 Oktober 2017

Tips dan Trik lolos tahap 1 USM STIS 2018 + suplemen soal

Asslamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Hai-hai-hai, kali ini admin mau memberikan sedikit cerita dan tips untuk melewati tes tahap satu STIS. Oh iya, alhamdulillah admin baru saja diresmikan sebagai mahasiswa tingkat satu STIS 2017. Alhamdulillah banget, karena dari puluhan ribu peserta yang mengikuti seleksi masuk ke salah satu  perguruan tinggi kedinasan ini, admin adalah salah satu orang yang lolos. Sekedar info saja pada 2017 ini peserta yang mengikuti seleksi masuk STIS adalah sekitar 18.000 peserta dan peserta yang akan diterima sebagai mahasiswa baru hanya 600. Jadi bagi para coretanku lovers yang pengen melanjutkan kuliah di STIS harus segera mempersiapkan diri dengan baik, karena saingan yang banyak.

Sedikit cerita dari admin ya. Admin mengikuti seleksi STIS di Surabaya, Jawa Timur karena memang admin tinggal di Jawa Timur.  Di Jawa Timur sendiri ada sekitar 2000 peserta, dan pas admin mengikuti tes di Surabaya ini cukup membuat admin sedikit nervous. 

Biar nggak panjang-panjang langsung saja admin beberkan tips dan trik melewati tes tahap satu STIS. 

Pada tes tahap satu STIS 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris dan Matematika. Jumlah soal yang diujikan pada tes tahap satu ini adalah sebanyak 120 soal terdiri dari soal matematika 60 dan soal bahasa inggris 60. Waktu yang diberikan dalam pengerjaan adalah 90 menit dengan sistem pengerjaan maraton.

Admin bahas tentang tes bahasa inggris terlebih dahulu.  Dalam tes bahasa inggris kebanyakan soal yang diujikan adalah tentang grammar, ini menurut admin sangat menguntungkan karena kita tidak perlu belajar banyak tentang kosakata dan pemahaman membaca (reading comprehension). Tetap terdapat soal tentang dua materi tersebut, namun jumlah soalnya hanya sedikit. Soal tentang vocabulary susah untuk diakali karena memang dalam soal jenis ini kita harus banyak latihan membaca bacaan berbahasa inggris dan menerjemahkannya. Satu-satunya celah yang dapat digunakan adalah dengan mempelajari soal soal tahun sebelumnya. Untuk jenis soal reading comprehension tipe soalnya cukup sederhana karena kebanyakan soal hanya menanyakan "terdapat dimanakah pernyataan tentang..." . Sedangkan untuk soal grammar kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh. Bagi kalian yang merasa pemahaman grammar kalian rendah harus berusaha dari sekarang untuk menambah pengetahuan tentang grammar. Mulailah mencari dan membaca soal-soal tentang grammar. Jangan khawatir, admin dulu juga sama sekali tidak mengerti tentang grammar. yang admin tau hanya rumus-rumus sederhana, seperti simple present, past present,... cuma itu aja. Kuncinya hanya satu yaitu kemauan.

Sedangkan soal matematika diujikan menurut admin sedikit lebih sulit dibanding soal UN matematika SMA, hanya dibubuhi sedikit "trik", iya trik, jadi dalam mengerjakan soal jarang bisa didapatkan jawabannya dengan menggunakan cara yang konvensional. Kabar gembiranya soal matematikanya dapat admin pastikan lebih gampang dari pada soal SBMPTN. Bagi kalian yang merasa matematika kalian kurang jangan mengendur semangat  dulu, karena menurut saya soal matematika yang diujikan tidak susah-susah amat, dan tipe soal yang diujikan hampir sama setiap tahunnya. Jadi kalian cukup mempelajari materi yang diujikan dengan mengumpulkan soal dari tahun tahun sebelumnya terus mempelajari "trik-trik" nya. 

Sekarang akan admin bahas persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan tes. Persiapan yang perlu dilakukan yaitu menjaga kondisi badan, melakukan survei tempat terlebih dahulu, dan mempersiapkan peralatan. Menjaga kesehatan tentu merupakan kunci utama untuk melakukan suatu perkerjaan, apalagi pekerjaan yang krusial, tidak terkecuali dalam melaksanakan tes. Banyak orang yang gagal dalam tes karena kondisi kesehatan yang kurang fit. Jadi saya sarankan untuk kalian meminum vitamin dan tidur yang cukup kira-kira mulai dua hari sebelum tes.

Yang tidak kalah pentingnya adalah survei tempat terlebih dahulu. Ini diperlukan supaya kita lebih mudah menemukan tempat tes kita pada saat hari-H. Admin sarankan untuk melakukan survei tempat sehari sebelum tes dilaksanakan. Mengapa sehari sebelum tes dilaksanakan? karena pada saat itu tentunya ruangan untuk kita melakukan tes sudah dipastikan, serta dengan cara seperti ini kita sekaligus melatih mental. Bagaimana maksudnya melatih mental ? pada saat kita melakukan survei tempat sehari sebelum tes, tentunya kita akan bertemu dengan sebagian calon lawan kita pada saat tes dilaksanakan.

Untuk peralatan yang perlu dipersiap diantaranya :
  • Peralatan tulis (pensil 2B, bolpoin, penghapus, dan peraut)
  • Papan alas ujian,
  • Jam tangan,
  • Tissue,
  • Kartu tanda peserta, dan
  • Kartu identitas asli yang berfoto (KTP, SIM, Kartu Pelajar)
  • Jangan lupa sarapan pagi.
Mungkin itu saja tips dan trik yang bisa admin berikan, mohon maaf jika penjelasan yang admin berikan kurang jelas, mohon maaf juga jika ditemukan typo :D... Untuk kenang-kenangan admin lampirkan kumpulan soal matematika USM STIS, semoga bermanfaat...

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Sedikit update dari admin, tes tahap 1 STIS tahun 2018 hanya mengujikan mata pelajaran MATEMATIKA, jumlah soalnya 60 dan waktu pengerjaan 90 menit. Jawaban benar diberi nilai 4, salah -1,  dan kosong 0. Tambahan lagi, di tahap 1 ini tes nya berbasis komputer (CBT). 

Link download  --->>

DOWNLOAD (Latihan 1)

DOWNLOAD (Latihan 2)

DOWNLOAD (Latihan 3)








Senin, 02 Oktober 2017

Perjuangan menuju STIS 2017

Menjelang pengumuman kelulusan SMA, seperti yang dilakukan para siswa kebanyakan yaitu menentukan pilihan perguruan tinggi beserta program studi yang akan mereka ambil, aku pun melakukan hal yang sama. Aku mulai berpikir tentang mata pelajaran yang aku sukai dan tidak kusukai, mulai berpikir tentang minat dan bakat yang kumiliki, dan tentu saja berpikir bagaimana prospek kedepan tentang program studi yang kuambil.

Menyadari mata pelajaran yang paling kusuka adalah matematika, komputer, dan fisika, dengan penuh pertimbangan akhirnya aku menentukan program studi yang cocok dengan ku adalah elektro, informatika, dan statistika. Pada mulanya aku tentu mendaftar SNMPTN terlebih dahulu karena memang jalur ini dibuka terlebih dahulu. Aku mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia dengan program studi teknik elektro dipilihan satu dan teknik informatika di pilihan dua. Sambil menunggu hasil seleksi perguruan tinggi tersebut, ternyata pengguruan tinggi kedinasan juga membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. Dengan berpikir bahwa jaminan pekerjaan itu sudah pasti didapat saat lulus dari perguruan tinggi kedinasan aku pun mendaftarkan diri juga pada perguruan tinggi kedinasan. Menitik beratkan pada kemampuan dan minatku dibidang matematika, aku memusatkan pilihan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS).  Karena aku tidak pernah belajar tentang akuntansi sebelumnya tanpa berpikir terlalu panjang aku menjatuhkan pilihan pada STIS.

Ada empat tahapan yang harus kulalui jika ingin mengenyam pendidikan di STIS. Pada tes tahap satu mata pelajaran yang diujikan yaitu matematika dan Bahasa inggris; tahap dua yang diujikan yaitu tes kemampuan dasar, tes wawasan kebangsaan, dan tes intelijensi  umum; tahap tiga psikotes; dan tahap empat kesehatan. Pada masing masing tahap dilakukan dengan sistem gugur.

Persiapan untuk menghadapi tes tahap satu kulakukan dengan membeli buku tentang soal soal tes STIS tahun sebelumnya secara online. Karena aku menyadari kekuranganku pada mata pelajaran bahasa inggis, aku belajar grammer setiap hari. Sedikit demi sedikit akhirnya aku memahami maksud soal-soal tes bahasa inggris itu. Tak lupa, aku juga belajar mata pelajaran matematika. Ini tidak terlalu sulit buatku karena memang pada dasarnya aku suka matematika.

Setelah persiapan yang begitu panjang, akhirnya dengan yakin aku berangkat ke Surabaya sehari sebelum tes dilakukan dengan didampingi paman ku. Sebenarnya kami berdua tidak tahu apa-apa mengenai tempat-tempat di Surabaya, hanya dengan berbekal pada Google maps kami berangkat. Setelah sampai di terminal kota Surabaya, kami naik bus kota dengan harapan bus itu melewati Universitas Adibuana, tempat aku akan melakukan tes. Kurang beruntung, kami salah naik bus. Akhirnya kami diturunkan di jalan oleh kernet. Setelah diturunkan dari bus, kami naik angkot, tetapi naik angkot pun, kami masih naik angkot dengan rute yang salah. Untungnya ada seorang ibu ibu yang baik hati, yang bersedia membantu dan memberi tahu kami mana angkot yang rutenya melewati universitas adibuana.

Dengan bermodal uang pas-pasan kami menginap di masjid kelurahan setempat. Untungnya mereka menyambut hangat kedatangan kami. Malam itu aku tidak bisa tidur karena suara suara bising dari kendaraan ditambah dengan banyaknya orang yang menginap ditempat itu. Sungguh malam yang melelahkan.

Pada keesokan harinya dengan mengantuk karena semalaman kurang tidur, aku mengerjakan soal. Dengan sesekali menguap, aku terus berusaha berkonsentrasi agar dapat melewati tahap ini. Setelah selesai aku hanya bisa berdoa dan berharap bisa lolos ke tahap berikutnya.

Pengumuaman tahap satu keluar dan nomor ujian ku ada di sana. Dengan penup semangat aku menyiapkan materi untuk tes tahap dua yaitu TIU, TWK, dan TKD. Dengan bermodal internet dari tetangga aku mencari soal soal yang berkaitan dengan ketiga jenis tes itu. Kukumpulkan soal sebanyak banyaknya dengan harapan  berbagai jenis soal itu bisa membatuku mengerjakan soal sebenarnya nanti.

Aku berangkat ke Surabaya dengan pamanku lagi, namun kali ini kami sudah tahu lokasi tes tahap dua yang akan ku tempati. Tes tahap dua dapat kulalui dengan lancar dan hasilnya aku lolos.

Hampir sama seperti pada tahap dua, tes tahap tiga kumulai dengan mencari tahu tentang materi tes psikotes dari internet maupun dari orang orang yang sudah pernah melalui tes psikotes. Karena di dalam tes psikotes ada tes menggambar orang, pohon, objek dll, aku pun mempelajari bagaimana cara menggambar yang baik dan benar menurut ilmu psikologi.

Lagi lagi aku tes didampingi pamanku untuk menjalani tes ini. Karena tempat tes tahap tiga juga di universitas adibuana, kami berangkat dini hari dari rumah dengan harapan sesampainya kami di sana bisa istirahat sebentar kemudian aku bisa langsung ujian. Namun kenyataannya kami malah tersesat lagi karena mencoba menggunakan rute yang berbeda. Untungnya kami tetap bisa sampai di tempat tes tepat pukul 6. Kami beristirahat sebentar sambil menyantap makanan di warung sekitar lokasi tes. Setelah itu aku langsung menuju tempat tes untuk menjalani tes. Psikotes ini sungguh melelahkan karena aku dipaksa berpikir selama sekitar empat jam tanpa jeda.

Pengumuman tes tahap 3 akhirnya keluar, dengan gembira aku menyambut hasilnya karena aku lolos. Sebelum itu pengumuman SNMPTN juga sudah keluar dan hasilnya aku lolos juga. Aku sangat bersyukur atas nikmat Allah ini. Karena aku masih belum tentu lolos tes tahap empat, sementara aku harus mengikuti kegiatan kampus lain telebih dahulu.

Berbeda dengan tes sebelumnya, pada tes tahap empat tidak banyak persiapan yang kulakukan. Hanya banyak-banyak berdoa pada yang Maha Kuasa. Untuk wilayah Jawa Timur tes ini dilakukan di RS Kodam Brawijaya Surabaya. Aku sedikit pesimis dengan tes tahap 4 ini karena memamng kondisi fisiku kurang meyakinkan kan. Aku berusaha berpikir positif dan menyerahkan semua hasil pada Allah SWT.


Pada hari dimana hasil akhir akan diumumkan, aku bangun jam setengah satu dini hari, tapi pengumuman belum keluar, aku bangun lagi jam dua, masih belum keluar. Aku bangun lagi jam tiga, namun nampaknya Allah masih menyuruhku menunggu sebentar lagi. Akhirnya baru sekitar jam empat pengumuman tahap 4 keluar. Dengan tangan bergetar aku melihat pengumuman dari layar ponsel. Alhamdulillah aku lolos, dengan penuh rasa haru, ku beritahu keluargaku. Mereka pun senang dengan hasil ini, aku sangat bersyukur bisa lolos seleksi STIS 2017. Sungguh nikmat Allah yang begitu besar...

Rabu, 06 September 2017

Contoh essai tentang Teknik Elektro dalam Bahasa Inggris

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kali ini saya akan memberikan contoh essai tentang program studi Teknik Elektro di ITS dalam bahasa inggris

Text Box: Aditya Firman Baktiar
07111740000016
Departemen Teknik Elektro

Electrical Engineering

Electrical engineering is one of technical sciences about electrical application to fulfill the human necessaries. Electrical engineering consist of concept, planning, development, and the production of electrical equipment which is needed by the society. An electrical engineer hold an important parts in developing and improving a high technology in communication, energy and other application in electrical and electronical appliances. They also work together with others engineer such as chemical engineer, mechanical engineer, and civil engineer to design, to develop, and helps many kind of products and services like energy distribution system, computer, satellite, radio, electric car, and many others which involved electric and electronic components. In many university, electrical engineering diviede into high current and low current. High current learned about electric high current (electricity). Then low current learned about electric low current like telecomunication, computer, and controlled electrical. The electrical engineer graduation can work in many industrial sector, like power, transmission, electrical distribution, design industry, the prodution of electic components, and many industry which consist of electric mechanical, instrumentation, controlled system, central computer, and netwoeking, BUMN, telecomunication service industry,telecomunication instrument industry,  consument electronical industry, mining, etc. The electrical engineer graduation usually became aNetwork Planner/Engineer, Telecomunication Software Engineer, designer and impelentator of software and hardware/internet, consultant in many industry which used telecomnication and internet, information system manager/ information technology, product development manager and telecomunication and information service, etc. One of universities which has eletrical engineer department is Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). The electrical engineering department of ITS was build in 1960 and get A score in their accreditation from BAN-PT. Their student was directed to have a basic  competences in electrical technology, communication and information, and one of these five skills. There are electonic, system control, power system multimedia telecommuniation, computer and telematic. The graduation student of eletcrical engineer deparment in needed in every sector, especially energy and ICT. More than 50 percents graduation was recruited by some company before their graduation, or 87 percents of the graduation was worked after six month of their graduation. Except the regular program, electrical engineer department of ITS also have a double degree program with Fontys, Belanda, Double Degree S2 with Darmstadt, Jerman, dan Double Degree S3 with NTUST, Taiwan.

Sekian contoh essai tentang teknik elektro dalam bahasa inggris, mohon maaf bila masih terdapat banyak kesalahan... 

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Senin, 31 Oktober 2016

Cerkak Bahasa Jawa Terbaru Nasehat Ortu

Kali ini admin akan membagikan contoh CERKAK PENGALAMAN PRIBADI saat masih mengalami pendidikan di pondok pesantren...

Dungane Wong Tuwo


Tanggal 5 nganti tanggal 7 april 2010 dadi dina kang bersejarah kanggo Hanif, Wawan lan Bagus. Bocah telu iku dadi peserta Ujian Nasional (UN) SMP. Wes pirang-pirang wulan bocah telu iku nyiapno pelajaran kanggo ujian dino iku. Sinau, ibadah lan njaluk dungo marang gusti dadi gawean kang ora iso dilalino bocah telu iku. Hanif, Wawan lan Bagus iku pancen sregep lan pinter. Ora mungkiri yen bocah telu iku oleh nilai UN paling dhuwur sak sekolah. Ananging sakbanjure lulus teko SMP, Hanif, Wawan lan Bagus bingung ape nerusno pendidikan ning ndi. Sekolah maneh, mergawe utawa mondok.
“Gus, mari ngene kowe ape nerusno pendidikan ning ndi?” Wawan takok marang Bagus.
“Aku ora ngerti, Wan. Bapakku yo saiki lagi susah. Sekolah saiki larang, ora ono sing murah. Durung engko duit kanggo urip ning kuto.” Jawab Wawan.
“Opo kowe ora kepingin sukses, Wan? Saiki golek gawean iku angel. Akeh wong sing lulusan S1 sing nganggur, opo maneh sing lulusan SMP koyo kene iki.”
“Nek kepingin yo mesti kepingin, Gus. Sopo bocah lanang sing gak kepingin sekolah SMA terus iso banggakno bapak lan ibu. Banjur piye maneh, aku moh nyusahno bapak lan ibu, wedi kuwalat.” Wawan njelasno.
“Yo wes nek kepinginmu ngono. Aku lan Bagus mung iso dungakno awakmu supaya iso sukses lan iso banggakno bapak ibumu.” Dungane Hanif.
“Sampeyan dewe ape nerusno ning endi, Nif?” Wawan takon.
“Aku kepingin sekolah SMA, engko tak sambi karo mondok.” Jawab Hanif.
“Kowe gak diseneni bapakmu, Nif? Anake kyai kok sekolah SMA. Mestine kowe dadi santri sing tenanan, nyantri tok pondok-pondok salaf ben iso ngganti bapakmu”
“Iyo, Nif. Opo sampeyan gak sungkan dirasani tangga omahmu.” Wawan nambahi.
“Anake kyai podo koyo anake petani. Oleh sekolah, oleh kuliah lan oleh mondok. Aku ora kepingin dadi kyai, mung kepingin ngerti agama. Dunia lan akhirat kudu imbang.” Jawab Hanif.
“Yo wes. Aku yo kepingin sekolah SMA koyo Hanif, tapi aku gak kepingin mondok. Aku kepingin nduwe omah dewe tekan kuto, engko aku tak njaluk mbangunno omah bapakku.” Omonge Bagus.
Akhire Hanif, Wawan lan Bagus milih dalane dewe-dewe. Hanif sing anake kyai sekolah lan mondok. Wawan sing ora kuat biaya sekolah milih mergawe kanggo ngewangi bapake. Bagus sing anake wong sugih milih nerusna pendidikan sekolah SMA tekan kuto gede lan turu tok omahe dewe sing anyar.
Ora keroso wes setaun kepungkur bocah telu iku pisah dalan. Ora tau ketemu opo maneh omongan. Hanif wes betah urip tekan pondok. Suwe deweke ora mulih omah. Minggu ngarep asline ono liburan 3 dina, Hanif sing wis kebelet mulih kudu nunda sadina kapinginane mau kanggo budal menyang kuto gede. Hanif kudu tuku buku kanggo sekolahe sek. Ulan ngarep wes ora ono libur dowo maneh. Iso ora iso minggu ngarep Hanif kudu wes nduwe buku iku.
    Akhire Hanif mutusno yen budal menyang kuto gede. Isuk-isuk Hanif wes budal numpak bis. Nggawe klambi apik lan sepatu. Ora lali tas sing ditumbasake abahe nyangklong ing pundake Hanif. Lumayan suwe Hanif ing njero bis. Sekitar jam 9 Hanif wes teko menyang kuto. Deweke lali yen saiki dina jumat. ‘Oh, iyo, saiki lak yo dina jumat. Lali aku. Yo kudu cepet tuku bukune.’ Hanif langsung mlaku ben gak suwe teko toko bukune, soale jarake adoh tekaan terminal. Deweke mlaku nglewati dalan-dalan cilik. Kiro-kiro jam 10 wes tekan toko buku lan ora suwe wes metu maneh sakwise oleh bukune. Deweke langsung budal masjid kanggo shalat jumat.
Sakwise shalat, Hanif banjur mulih. Nanging teko dalan Hanif kaget ndelok gerombolan murid SMA mlaku nggowo pedang, tongkat, watu lan liya-liyane teko ngarep. ‘Iki murid SMA podo latihan karo tentara opo piye nggowo pedang lan tongkat,’ batine Hanif. Deweke malah tambah wedi nalika ngerti teko nggurine yo ono gerombolan sijine sing nggawe klambi bedo. Raine podo ireng-ireng, rambute ngadek kabeh. Ora suwe loro grombolan mau podo mlayu maju karo berok-berok koyo tentara jaman biyen sing lagi perang. Hanif sing wedi banjur mlayu nyelametno awake dewe.
“Polisi, polisi, polisi... mlayu, mlayu, mlayu.”
'Tentara-tentara’ mau akhire mlayu kabeh yen ngerti nek ono polisi. Mlayu dewe-dewe golek panggon dienggo ndelik. Hanif sing wedi sisan melu mlayu. Ora ngawasi mengarep, Hanif tabrakan karo ‘tentara’ sing melu mlayu. ‘Brakk.’ Loro karone tiba.
“Loh, Gus.” Hanif kaget. “Sampeyan teko ndi?”
“Loh, Nif, kowe kok tekan kene.” Bagus yo kaget ngerti Hanif.
“Iyo, aku mari tuku buku, Gus.” Jawab Hanif. “Sampeyan kok nggowo pedang ape opo?”
“Wes, iki ora urusanmu.” Bagus langsung mlayu ninggalno Hanif.
‘Iku mau Bagus opo ora? Kok bedo karo Bagus sing biyen.’ Batine Hanif. Nganti tekan pondok deweke isih kepikiran karo kedadeyan mau. Pikiran iku uga isih ono ing jero atine. Hanif isih ora nyangka yen Bagus dadi koyo ngono.
Sabtu isuk Hanif akhire mulih tekan omah. Pondoke Hanif karo omah ora patek adoh. Sekitar setengah jam nek numpak bis.
“Assalamualaikum. Abah, Umi.”
“Waalaikumsalam. Anakku wes mulih toh.” Abah njawabi salame Hanif.
“Inggih, Bah. Wonten liburan. Umi pundi?”
“Iku tekan pawon, lagi masak.”
Sakwise omong-omongan sediluk karo umi. Hanif langsung melbu kamar kanggo ngilangno pegele. Hanif sing suwe ora mulih kangen karo desane. Akhire sore-sore deweke mlaku-mlaku tekan sawah dewekan. Sawah-sawah sing podo ijo nggawe Hanif lali karo pikirane wingi.
“Kang Hanif, kapan mulih?” Wawan sing klambine rusuh mari teko sawah kabeh nyapa Hanif sing lagi mlaku.
“Lagi isuk mau, Wan. Piye kabarmu? Suwi yo ora ketemu.”Jawabe Hanif.
“Alhamdulillah. Sepurane yo, klambiku rusuh kabeh. Maklum bocah sawah. Ora koyo sampeyan.”
“Wes, wes. Podo wae.”
Hanif lan Wawan sing suwe ora ketemu akhire ketemu ning sawah. Omongan ngalor ngidul barengi bocah loro iku mlaku. Ora lali kedadeyan wingi yo diceritakake Hanif marang Wawan.
“Sampeyan gak mbujuk, kang?”. Wawan sing ora ngandel takon marang Hanif.
“Aku dewe kaget ngerti Bagus koyo ngono.”
“Ora nyangka Bagus koyo ngono. Biyen sregep, apik. Saiki kok malah dadi ngono.”
“Yo wes. Sing penting awak dewe ati-ati yo.” Omonge Hanif.”Yo wes aku tak balik sek. Wes sore.”
“Iyo, Nif. Aku yo ape mulih.”
Dina minggu iki, Hanif ape balik tekan pondok. Rencanane deweke ape balik engko sore soale isuk iki ape ngewangi ibuke disik belonjo menyang pasar. Hanif budal karo bu nyai numpak sepeda motor. Tekan ngarep omahe Bagus, bu nyai ngerti wong tuwane Bagus nangis banter. Bu nyai karo Hanif mandek mampir tekan omahe Bagus.
“Wonten nopo bu lek? Kenging menopo?” Bu nyai takok marang ibuke Bagus.
“Putraku nyai, putraku.” Nangise malah dibanterno.
“Sampun, sampun. Kenging menopo putrane panjenengan?”
“Anakku wingi kecekel polisi. Terus ditokno teko sekolahe. Gara-gara tawuran karo konco-koncone. Saiki aku bingung ape tak apakno anakku iki.”
‘Astaghfirullah.’ Batine Hanif.
“Inggih sampun, bu lek. Mboten usah nangis malih. Didamel pelajaran mawon.” Bu nyai ngenengno ibukke Bagus.
“Hanif, cah bagus. Awakmu gelem tak titipi Bagus? Aku pengen deweke mondok bareng awakmu ben iso berubah. Mondok wae, gak usah sekolah.” Takone Ibuke Bagus mrang Hanif.
“Inggih bu lek, mboten nopo-nopo. Kulo nggih bungah, amargi wonten rencange.” Jawabe Hanif.
Mulai wiwit iku, Wawan lan Hanif dadi sakanca ing pondok. Wawan berubah dadi bocah sing alim lan sregep ngibadah. Ora lali dungane bapak ibuke katon ngewangi ngerubah akhlake Wawan. Sataun mondok, Wawan wes kerasan. Malah bapak ibuke sing kangen kepingin ngerti Wawan sing ora mulih-mulih.


Berikut contoh CERKAK PENGALAMAN PRIBADI, semoga para pembaca bisa mengambil pelajaran dari pengalaman pribadi di atas. Karena pengalaman adalah guru terbaik.....

Sabtu, 29 Oktober 2016

Privacy Policy

Privacy Policy for Coretanku

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at http://adityafriman.blogspot.co.id/2016/10/hubungi-kami.html.
At https://adityafriman.blogspot.co.id/ we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by https://adityafriman.blogspot.co.id/ and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, https://adityafriman.blogspot.co.id/ makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
https://adityafriman.blogspot.co.id/ uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on https://adityafriman.blogspot.co.id/.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to https://adityafriman.blogspot.co.id/ and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include .......

  • Google
While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of https://adityafriman.blogspot.co.id/.

These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on https://adityafriman.blogspot.co.id/ and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site's third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.
https://adityafriman.blogspot.co.id/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. https://adityafriman.blogspot.co.id/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?
Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. https://adityafriman.blogspot.co.id/ does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that https://adityafriman.blogspot.co.id/ has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.


Update
This Privacy Policy was last updated on: Saturday, October 29th, 2016. Privacy Policy Online Approved Site
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.